vespa

​Mimpi sederhanaku yang slalu aku impikan stelah mimpi mimpi besarku, stelah cita cita besarku yaitu  aku ingin menikmati indahnya senja diatas vespa, berbincang masa depan dan hal hal besar yang lainnya bersama seseorang yang akan menjadi imamku kelak,

Aku taktau kapan ALLAH mengirimkannya padaku, aku berharap seseorang itu mengerti bnyak tentangku, tentang hatiku , tentang fikiranku dan semuanya tentangku…

cinta

bagaimana bisa aku melupakannya dengan mudah sedang dia pernah selalu ada dalam setiap sujudku..

Dia pernah selalu ada disetiap pagi indahku..

Dia satu satunya yang membuat aku merekahkan harapan disetiap pagi dengan fajar senja yanag begitu indah..

Dia membuat jantungku begitu kencangnya berdetak aku merasa jantungku berpacu dari langit sampai jatuh ketanah begitu mendebarkan, dia cinta pertamaku di SMA…

Dia yang selalu membuat hari indahku menjadi lebih berwarna..

Dia yang membuatku selalu menguntai doa disetiap pagi indahku, disetiap sore indahku dan disetiap malam indahku..

semu

Saat ini aku belajar, jika mencintai seseorang , jangan terlalu berlebihan..

Tempatkanlah rasa cinta itu tepat pada tempatnya, tepat pada posisinya..

Sebagaimana pujian yg berasal dari manusia itu adalah semu..

Cinta yang berasal dari manusia itu juga semu. Tidak pernah benar benar nyata..

Aku telah benar benar mengerti arti cinta, arti menyayangi …

Sebagaimana rasulullah menyayangi kaumnya, aku juga akan mencintai karena ALLAH dan menyangi juga karena ALLAH…

“Hati juga ibarat Pelangi. Yang terus hidup memberikan arti. Karena sesungguhnya hikmah terbaik adalah berasal dari dalam diri. Diasah dengan hal yang memberati, bermanfaat dalam hal yang terpuji. Bagai pelangi yang sesungguhnya sudah semenjak awal dia berdiri. Namun apa daya butuh bantuan hujan, agar semua orang mengerti.”

Aku tengah ingin merapikan hati,dan masa depan ku…

karena aku tak lagi menunggu hujan datang…

Aku tak lagi tengah nenunggu langit berubah senja.. 

Aku tak lagi menunggumu …

Aku tak lagi berharap pada seseorang…

Aky telah lelah mananti hujan datang…

Aku lelah menunggu awan berarak merubah dirinya menjadi kelabu…

Hujan ku telah hilang…

Senjaku telah hilang

Dan ketika aku menemukan seseorang yang baru…

Dan ketika aku mulai berharap padanya..

Dia tak memandangku,  dia tak menyukaiku…

Aku lelah…

ini adalah peroses hijrahku

Entah bagaimana awalnya aku memulainya yang jelas peroses hijrah itu memang agak sulit karena membuat hati menjadi khusyuk memang agak sulit bukan?

sebenarnya aku memulai dari hal paling sderhana yang mungkin tak pernah terfikir oleh sseorang yang lain…

Aku memulainya dari mata lalu entah bagaimana aku jadi jatuh cinta dengan pakaian syar’i…

Aku mulai mencari arti hijrah sebenarnya…

Menurutku hijrah bukan hanya berpakaian syar’i,  berkelakuan baik dan shalat, hijrah itu juga menjaga pandangan,  menjaga lisan dan menjaga hati…

Yang paling sulit dalam berhijrah bukan berpakaian syar’i dan berkelakuan baik saja tetapi yang paling sulit adalah mengistiqomahkan hati, mengkhusyukkan niat dan meluruskan iman…

Dan ini adalah rahasia doaku…

Wahai engkau sang pembolak balik hati,  khusyukkanlah aku, luruskanlah niatku dan istiqomahkanku dalam berhijrah..

Wahai engkau Yang Maha Pemurah lindungilah hatiku dari harapan harapan semu,  dari cinta cinta yang semu dan dari orang orang yang jahat…

Kamu dan mimpiku!

Entahlah aku tak tau rasa apa yang telah bersemayan lama dihati ini…

Hai kepada engkau yang pernah membuat jantungku berdegub dengan kencangnya…

Aku igin mangatakan sesuatu..

Ham, rasa ini telah hilang…

Maaf aku begitu menyukaimu dulu, begitu mengejarmu padahal kau tak pernah melihatku padahal kau tak pernah mengagumiku..

Ham kau selalu datang di mimpiku, selalu hadir disetiap ingatan indahku..

Aku selalu berharap semoga ALLAH menyatukan kita di sebuah mahligai yang indah, tapi bagaikan terbawa angin harapan itu menguap dan hilang entah kemana…

Ham,  aku sebenarnya lelah selalu mengagumi sendirian..

Ham, aku sebenarnya sudah tak lagi menyukaimu, tapi aku tak tahu apa alasan kau yang selalu hadir disetiap mimpi mimpi indahku…

Maaf ham jika selama ini aku mengganggumu, aku mbuatmu malu, aku merusak hari indahmu….

Maaf…

Maaf membuat noda di kanvas putih mu…

Maaf ham…

Mungkin mimpiku yang hanya terlalu tinggi, mungkin anganku tentangmu yang terlalu tinggi…

Dan aku tak lagi mandaki gunung yang sama denganmu, aku tak lagi ada selangkah di belakangmu…

Aku taklagi ada mengagumimu, mungkin aku akan ada didepanmu, selangkah didepanmu,selangkah menjauh darimu dan selangkah pergi darimu…

Ini awal aku bertemu dengannya

Sebenarnya, aku tak tahu bagaimana aku dengannya bisa bertemu…

Saat itu ujian akhir smester sedang dilaksanakan, entah bagaimana saat itu aku bisa duduk di sampingnya. Aku juga tak tahu namanya, tak tahu bagaimana dia ,yang aku tahu hanya, dia suka mencontek.

Seiring berjalannya waktu dan hari semester mulai berlalu aku baru menyadari jika dia tampan,  dia baik, dia begitu sosial walaupun budaya mencontek selalu menghinggapinya.

Begitu banyak pujian yang aku ucapkan untuknya, begitu banyak perhatian tentangnya yang telah menyita waktuku begitu banyak, andaikan dia tahu jika aku benar menyukainya. Tapi aku hanya bisa diam, dipandang rendah olehnya ,aku hanya bisa diam.
Aku ingin menjadi fatimah az zahra putri nabi yang menyimpan cintanya sampai saiton pun tidak tahu, dan ALLAH pun menyatukan mereka di mahligai yang bahagia. Tapi aku bukan fatimah az zahra yang bisa memendam cintanya begitu dalam, aku hanya gadis sederhana yang mengagumi laki laki seperti dia. Aku tak bisa jika melihatnya dengan gadis lain, aku tak bisa melihatnya luka dan aku tak bisa melihatnya sakit bahkan kurus.

Entah cinta seperti apa yang sedang ku pendam, aku begitu tak bisa mengungkapkannya karena aku dianggap hanya butiran debu olehnya…
Aku sadar aku bahkan tak pantas untuknya, dia tampan, kaya,terkenal dan sedang aku hanya gadis biasa yang kuliah dengan beasiawa, yang makan setiap harinya dengan  serabutan…

Aku tak bisa berbuat apa apa aku hanya berdoa agar dia selalu di lindungi,di berkahi dan di ridhoi. Mungkin bukan saat ini takdirku bersama dia, mungkin saja bulan depan, atau mungkin tahun depan siapa lah yang tahu dengan takdir ALLAH yang begitu indah…

HUJAN

Halo hujan..

Aku tengah menantimu, dibawah rindangnya pohon..

Begitu banyak kata yang ingin aku utarakan..

Wahai hujan…

Kini aku tengah bersedih,  senja senja indah di sana tak nampak yang ada hanya awan awan hitam yang tengah berarak ke selatan..

Wahai hujan..

Aku ingin menanyakan sesuatu..

Apa kau mengenal langit biru yang berada diatas sana? Jika kau memang mengenalnya tolong katakan padanya, bahwa aku benar benar sedang menanti hujan, menanti air menderas menyapu segala kenangan yang dulu sempat aku mendambanya..

Wahai hujan..

Dengarkan..

Rasa rasa indah yang dulu sempat pernah aku rasakan, kini telah pergi entah kemana..

Tapi entah bagaimana, hati yang selalu mendamba ini selalu berharap padanya, harapan yang selalu merekah. Bagaikan pohon pohon flamboyan yang begitu indah..

Wahai hujan..

Aku lelah selalu menyampaikan rasa ini lewat deruan angin, lewat indahnya senja, lewat kicauan burung dan lewat birunya langit..

Wahai hujan..

Tolong sampaikan padanya bahwa aku sudah benar benar lelah dengannya..

Aku lelah..

Dengan segala jarak yang telah ia buat..

Aku sudah benar benar lelah

Mungkin aku akan berhenti, berhenti diwaktuku dan memberhentikan waktunya..

SENJA

Layaknya senja dan hujan yang tidak akan pernah bersatu..

Begitupun dengan langit dan deruan angin, tidak akan pernah bersatu.. 

Aku dan seseorang yang sedang berada jauh disanapun mungkin tidak akan pernah bersatu, hanya doa doa yang selalu terucap setiap mengingat dirinya agar ALLAH menyatukan kami di suatu senja yang indah, di suatu harapan yang tak pernah berujung dan mimpi mimpi yang selalu diwujudkan..

Untuk seseorang yang berada jauh di sana..

Untuk seseorang yang sedang menunggu sebuah kesuksesan datang..

Dan untuk seseorang yang selalu membuat jantungku berdebar kencang..

Kukatakan kepadamu, bahwa rasa yang dulu pernah singgah, kebahagiaan yang selalu mengiringi di setiap hariku, dan senyuman indahmu masih terukir dengan jelas disetiap senja senja gemilangku..

Untuk dirimu yang mungkin tak pernah mengenalku, tak pernah tau bagaimana perasaanku dan tak pernah tau seberapa besar rasa ini tumbuh..

Dan untuk dirimu kukatakan bahwa, aku selalu menjaga rasa ini dengan baik walaupun hanya bertepuk sebelah tangan tetapi aku benar benar menjaganya dengan baik..